Portal Informasi STAN Nomor 1

Keyword 1

Keyword 2

prodip-stan.info

Portal Informasi STAN Nomor 1

Pentingnya Etika Profesi PNS Sebagai Bekal Bagi Calon Pegawai DJP

Posted on | February 16, 2012 | No Comments

Diawali ide dosen-dosen Etika Profesi Spesialisasi pajak dan penilai/pbb untuk mengadakan kuliah umum di mingu terakhir sebelum UAS, Sekret pajak (Bidang PA) dibantu seluruh ketua kelas Tingkat III Pajak dan PBB mengadakan kuliah umum dengan tema “Pentingnya Etika Profesi PNS Sebagai Bekal Bagi Calon Pegawai DJP”. acara ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada para mahasiswa tentang tantangan mempertahankan etika di dunia kerja.

Acara dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2011 di gedung G sekolah Tinggi Akuntansi Negara pukul 13.30- 16.30 WIB. Kegiatan ini dipandu oleh Hafidz Mufti (3B Penilai/PBB) dan Zulfa Hanna Masuda (3C Adm. Perpajakan).

Acara dibuka dengan basmallah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri yang diiringi oleh tim paduan suara mahasiswa Administrasi Perpajakan, Tax Simponi. Acara dilanjutkan dengan melihat video rekaman kuliah umum oleh Ibu Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan RI pada kabinet Indonesia Bersatu). Ibu Sri Mulyani menggambarkan bagaimana beratnya pengalaman beliau dalam menegakkan profesionalisme di tengah-tengah banyaknya tarik ulur kepentingan politik di negara ini. “Selama saya tidak mengkhianati kebenaran, mengingkari nurani, dan menjaga martabat maka disitu saya menang.” ungkap beliau.

Antusiame mahasiswa tidak berkurang ketika acara dilanjutkan dengan mendengarkan pembicara-pembicara yang telah diundang menceritakan pengalaman mereka di tempat kerjanya masing-masing. Sesi yang di moderatori oleh ibu Heru Widi Atmanti (Widyaiswara Pusdiklat Pajak) ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu bapak Iwan Djuniardi (Kasubdit Pengembangan dan Penyuluhan Direktorat Transformasi Proses Bisnis), Bapak Agus Budiharjo (Ka. Seksi Kepatuhan Internal KITSDA), dan Bapak Agus Kuncara (Kasubbag Kompetensi dan pengembangan kapasitas pegawai KITSDA).

Dalam kesempatan ini Pak Iwan Djuniardi menyampaikan tentang reformasi etika di perpajakan ini dimulai saat didirikannya Kantor Pajak Besar (Large Tax Office) tahun 2002. Hal ini disebabkan oleh tekanan psikologis jika bertemu wajib pajak yang biasanya beranggapan buruk tentang pegawai pajak. “Dengan LTO ini, Pajak punya harga diri” ungkap beliau. LTO memang terkenal dengan penerapan birokrasi yang lebih baik dibanding kantor pajak lainnya. Sehingga LTO sering dipelesetkan menjadi Lubang Tanpa Oksigen. Sembari tertawa beliau berseloroh, “Lw masuk ke sana, lw bakal mati karena LTO itu Lubang Tanpa Oksigen”. Ditengah-tengah pesimistis dari para rekan-rekan sejawatnya tentang perjuangan memperbaiki citra DJP, pak Iwan tetap yakin dan optimis bahwa apa yang sedang diperjuangkan oleh dirinya dan teman-teman seperjuangannya akan berhasil. Hal itu terbukti pada tahun 2007/2008 DJP memperoleh indeks korupsi nomor 13 di atas MUI.

Pada sesi selanjutnya Pak Agus Budiharjo sebagai pembicara kedua menyampaikan bahwa etika-etika besar itu sebenarnya dimulai dari etika-etika yang kecil dulu. “jika mengantri di sebuah tempat, kalian akan mengantri dengan tertib atau menyerobot jika tidak diawasi? Etika-etika seperti ini yang harus dibangun sebelum kita melakukan etika-etika yang besar” tegas beliau. Pembicara terakhir yaitu Bapak Agus Kuncara. Alumni Penilai 88 ini menyampaikan bahwa kompentensi yang harus dimiliki oleh pegawai pajak itu ada tiga yaitu, Knowledge, Skill, Attitude. “ Knowledge dan skill bisa kalian dapatkan di bangku kuliah dan kerja nanti, tapi attitude harus kalian bangun sejak dini” nasihat beliau, “Pilihan hidup ada di tangan kalian sendiri, silahkan kalian memilih.”

Acara selesai pada pukul 16.30 WIB. “wah saya sangat senang hari ini karena ada banyak panutan yang bisa saya ikuti jika saya menjadi pegawai pajak nanti, insyallah” kata salah seorang peserta kuliah umum disela-sela penutupan acara.

 by nanang supriatna

dalam www.stan.ac.id

"

Comments

Leave a Reply





'